Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Kibroto, adalah salah satu kamus ekonomi interkatif yg ada di milis kampung yg bisa dibuka-buka, ditanya-tanya dan bahkan bisa diajak debat kusir. Kali ini Kibroto menulis beberapa serial tentang kapitalisme dengan gaya tulisan Kibroto.

Berikut adalah awal thread dari masing2 serial

Dasar-Dasar Kapitalisme

Kapitalis Proletar I

Kapitalis Proletar II

Dasar-dasar Kapitalisme itu sebetulnya ada 8 seri, namun saya cuma ketemu satu, dan saya masih malas mencari yg lainnya . Maka jika tertarik silahkan saja bergabung dengan group-nya dan dibuka thread tersebut dan melakukan search.

Milis kampung masih hot dengan berita ekonomi. Apalagi sejak Ferizal makin jitu jurus meramalnya. Setelah meramalkan keambrukan US beberapa tahun yg lalu dan kejadian sekarang dan dilanjut dengan ramalannya tentang Bakrie maka kali ini Ferizal ingin meneruskan karir-nya sebagai peramal menyaingi mama Loreng. Berikut adalah awal thread yg bisa ditemukan di sini:

http://groups.yahoo.com/group/kampung-ugm/message/26562

————————————————————————————–

Salam semua,

Banyak orang menganalisa bahwa krisis moneter ini pasti akan
menghancurkan seluruh negara di dunia. Bagi saya itu praduga Amrik
sentris. Saya ndak terlalu yakin kebenaran premis itu.

Berikut ini penjelasan menurut saya…

Jika USA, Singapura hancur karena krisis maka itu logis. Itu
sunahtullah saja kok; Logis, wajar dan normal.

Yah, kapitelisme mereka adalah kapitalisme menggelembung. Sekarang
gelembung nanah itu pecah maka mereka ikut rontok lah. UK dalam banyak
hal mirip Amrik meskipun ndak sepenuhnya sama. UK masih pake Keynes.
Jadi, UK juga ikut rontok meskipun ndak separah Amrik. Tapi karena
resources UK tidak sekuat Amrik maka tetap saja ekonomi UK jebol parah…

Bagi saya, Privatisasi sektor riil dimasa Margareth Teacher adalah
biang keladinya. UK ndak punya industri lagi. Industri mobilnya
Almarhum, sektor kehidupannya “cuma” ditopang oleh sektor Financial,
Parawisata dan mungkin Minyak. Begitu gelembung nanah sektor financial
pecah maka UK sekarat. Ini alasan logis kenapa nilai Pounds gugur.

Insting Ekonomi saya mengatakan, dalam waktu ndak lama lagi Pounds
akan almarhum dari muka bumi (ha.., ha… kayak Mama Laurent aja suka
meramal). UK akhirnya akan melanggar tradisi tabu mereka yang mereka
jaga dengan penuh harga diri yaitu akhirnya menyerahkan diri menjadi
bagian dari Eropa konservatif. London akan tunduk dengan aturan Bank
Sentral Eropa yang berkuasa di Frankfurt.

Tapi benarkah Eropa terkena krisis? Terkena dampak primer dari krisis
moneter yang berpusat di Wallstreet saya pikir tidak terlalu besar
dampaknya. Industri perbankan Eropa itu konservatif. Ndak jor-joran.
Ada satu dua yang terkena tapi secara umum mereka sehat. Jadi, jika
terkena dampak langsung dari Krisis Uni Eropa maka relatif tidak parah.

Tetap terkena dampak primer memang, tapi mereka terlalu perkasa untuk
jatuh. Fundamental ekonomi Eropa itu mereka jaga dengan penuh
konservatif dan dengan prinsip kehati-hatian.

Hanya jika dampak sekundernya, iya Uni Eropa terkena. Kebanyakan
negara Uni Eropa itu ekonominya mengandalkan kekuatan ekspor. Nah,
akibat krisis keuangan ini daya beli dunia turun. Akibatnya, pemasukan
ekspor mereka ikut turun. Inilah dampak sekunder dari krisis yang
mengenai Uni Eropa.

BMW tempat saya berkarir misalkan. Perusahaan yang dari sudut innovasi
teknologi, fundamental ekonomi dan omset penjualan amat sangat sehat,
ternyata terkena dampak sekunder dari krisis moneter di Amrik. Siapa
yang “mau” beli BMW saat daya beli masyarakat jatuh? Di titik inilah
BMW tidak mampu mengelak dampak serangan sekunder krisis moneter.

Hanya jika pertanyaannya seberapa parah Eropa terkena krisis? Sayang
saya tidak bisa menjawabnya karena itu butuh riset serius. Tapi yang
pasti separah-2 nya dampak krisis yang terjadi di Eropa, itu tetap
relatif jauh lebih ringan dari pada yang diderita Amrik, SNG dan UK.
Amrik, SNG, UK itu terkena dampak langsung dari krisis moneter…

Eropa cuma terkena dampak sekunder. Insting saya mengatakan, begitu
Eropa berhasil mengkonsolidasikan kekuatan ekonominya maka kekuatan
Ekonomi Amrik dan UK akan mereka akusisi. Ini lah yang saya katakan
akan muncul kekuatan ekonomi baru.

Jadi, siapa bilang semua orang pasti hancur akibat krisis di Amrik?
Logikanya jelas, siapa yang greedy dan suka dengan gelembung maka
merekalah yang paling parah menanggung resiko. Pihak lain juga kena
dampak sesuai dengan seberapa erat terkaitnya. Tapi yang jelas itu
dampak turunan bukan dampak primer secara langsung…

Moral point-nya buat Indonesia:
1. Ekonomi itu digerakan oleh sektor riil, bukan sektor financial.

2. Privatisasi tanpa kehati-hatian membuat industri suatu negara
menjadi mandul bahkan hancur.

UK adalah contoh mandul sebuah industri dalam negara maju. Jika UK
negara yang begitu maju dan hebat saja, karena privatisasi tanpa
kehati-hatian membuat indsutri riil-nya mandul, tidak bisakah kita
belajar dari sana?

3. Sektor keuangan yang dikelola secara konservatiflah yang bisa
menyelamatkan dari krisis.

Sektor keuangan itu bukan untuk “taking profit” tapi untuk likuiditas
sektor Industri. Jika sektor keuangan dijadikan tempat untuk mencari
keuntungan maka fakta keras saat ini membuktikan bahwa perekonomian
suatu negara (baca: Amrik dan UK) akan jebol. Karena sektor keuangan
yang kuat akan mematikan sektor riil. Padahal sektor keuangan itu cuma
kertas-2 semu yang diberi angka sekehendak hati saja (baca: melalui
mekanisme short buying-selling di Bursa). Tidak lebih dan tidak
kurang! That’s all!!!

Sektor riil lah sejatinya sebuah perekonomian…

Salam,
Dari tepian Lembah Sungai Isar

Ferizal Ramli

Reason to do something extra

Diskusi milis kali ini adalah seputar karir, yg dimulai oleh bank al dengan paragraph berikut ini:

Hari ini dapat quote of the day lagi dari blog Himawan.

“You don’t get promoted because you work hard, or because you work
long hours, and deliver superb result.. You have already been paid for
that! But in order to achieve the highest level in a company you must
work extra and able to distinguish yourself by volunteering and
sacrificing your free time to deliver something outside your job
description, to bring values for the company and people around you.”

Dan yg juga menarik adalah bahwa Himawan menyarankan bahwa sebaiknya
extra work itu adalah something that we love to do.
Bagaimana pendapat anda?

salam,

-bank al-

Topik ini cukup digemari warga kampung kali ini, sehingga mendapat tanggapan langsung dari Anggra

bank Al, extra2 itu tergantung dari kondisi tempat kerja kan?

maksudku seandainya culture perusahaan tepat waktu (termasuk waktu pulang kerja) maka kalo seseorang mau meluangkan waktu untuk pulang agak telat, orang itu udah termasuk melakukan sesuatu yang extra atau intinya “do something which others don’t”

apa begitu?

Anung juga tak mau ketinggalan, dan menambahkan sedikit bumbu di sana

Lha iya, jadi ekstranya bukan hanya what we love to do, but also it
must able to satisfy the boss and boost the company’s profit.

Nah, kriteria satisfy the boss ini yang susah – lha, kalo bossnya Kang
Hasan kita kan tau sendiri apa yang membuat dia puas.

-Anung-

Tentu saja masih kurang ramai jika Albert tidak ikut2 berkomentar

Rasanya ketulusan dalam mengerjakan yang ekstra itu juga akan
terlihat. Jika mengerjakannya dengan ketulusan, maka peluang untuk
dinilai baik oleh atasan menurut saya lebih besar lagi.

Regards,
Albert

Lalu bagaimana dengan pendapat Mas Rovicky?

I din in the past
and it worth ~30% salary increases that years (I did it twice)

RDP

Tentu saja diskusi ini sulit dirangkumkan semua isinya di sini. Cara yg paling afdol untuk menyimak komentar warga kampung adalah dengan berlangganan milis-nya di kampung-UGM dan membaca sendiri threadnya di link berikut ini:

http://groups.yahoo.com/group/kampung-ugm/message/25881

Lho, kok masih bengong aja? Nunggu apa lagi? Mbok ya join gitu loh.

Diskusi kali ini mengenai perbandingan pola asuh anak di Jepang dan Indonesia. Tatik membuka diskusi berdasarkan sebuah posting lama yg konon katanya baru dibaca. Salah satu paragraph menarik yg dikutip oleh tatik adalah berikut ini:

Dari adegan itu, bisa kita bayangkan perbedaan cara pengasuhan anak Jepang dan anak Indonesia. Dari pengamatan saya selama hampir setahun tinggal di Jepang, anak Jepang cenderung dibiasakan dari kecil untuk mengatasi berbagai kesulitan sendiri, sementara anak Indonesia selalu disediakan asisten untuk mengatasi kesulitannya. Babysitter atau pembantu rumah tangga pun tidak ada dalam kebiasaan keluarga-keluarga di Jepang. Sebaliknya di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan lain-lain kehadiran mereka wajib ada sebagai asisten keluarga maupun sebagai asisten anak-anaknya. 

Pendapat tersebut disanggah oleh Kang Hasan, yg mengaku telah mendapat gelar PhD dari Jepang bahwa tulisan tersebut mengandung stereotyping karena orang Jepun yg dia perhatikan sewaktu di sana ternyata juga malas-malas, seperti yg ditulis oleh Kang Hasan pada paragraph berikut:

kesan saya, anak muda jepang, mahasiswa jepang itu PEMALAS. udah
pemalas, ndak punya inisiatif, ndak kreatif. persis kayak robot.
mereka hanya menghafal apa yang diajarkan. di luar itu, ndak tahu apa-
apa. ini mahasiswa kebanyakan. meski tentu saja ada beberapa yang
brilliant.

Apa yg mendasari pendapat Kang Hasan dan Bu Doktor yg tulisannya diangkat oleh Tatik? Simak lebih lanjut diskusinya di milis kampung, tempat cakrukan warga UGM di thread berikut:

http://groups.yahoo.com/group/kampung-ugm/message/25802

Ferizal kembali menggemparkan milis kampung dengan analisa-analisanya tentang krisis yang terjadi seiring dengan runtutan huru-hara yang terjadi di US karena krisis ekonomi di sana. Kali ini yang dicermati oeh Ferizal adalah langkah SBY yang merencanakan buyback saham BUMN dengan dana yg konon sebesar 4T itu. Tentu saja tulisan ini juga ramai dikomentari oleh Kibroto, Anung dan Rovicky dan juga Fajar.

Berikut adalah awal threadnya, dan sisanya silahkan disimak sendiri langsung dari milis.

—————-

Buyback BUMN dan Nasionalisme Kesiangan

(Salam sahabat, sebagai penghormatan saya pada Mimbar Milis,
dengan ini saya akan menghilangkan semua penggunaan pernyataan
provokatif saat mengkritisi kebijakan pemerintah. Atas kesalahan saya
diwaktu sebelumnya sekali lagi saya MOHON MAAF)

Presiden Megawati termasuk presiden yang menjual BUMN. Dimasa Megawati
banyak BUMN yang dijual, yang paling monumental Telkom. TIDAK ada satu
pun data ekonomi yang menunjukan bahwa MSP itu TIDAK terlibat dalam
penjualan BUMN. MSP terlibat dalam penjualan BUMN.

Lantas bagaimanakah dengan pemerintahan SBY? Dalam catatan Kompas dan
Tempo 2006, dimasa SBY telah 85% seluruh BUMN tuntas dijual ke asing.
Artinya, Presiden SBY termasuk presiden yang paling bertanggung jawab
atas hilang 85% BUMN kita ke asing. Lanjut Baca »

Walaupun hari ini sudah Idul Fitri di Indonesia dan sudah tanggal 2 syawal di Saudi dan Kuwait, namun topik minggu lalu mengenai krisis ekonomi yg sedang terjadi di Amriki masih saja hangat. Ferizal yang sedang berlibur di München hari ini menayangkan sebuah tulisan menarik lagi sebagai counter atas berbagai argumentasi Kibroto.

Bagaimanakah tanggap Kibroto atas tulisan Ferizal kali ini? Dan bagaimanakah komentar para pengamat ekonomi baik yg ahli, amatiran atau kelas warung kopi? Silahkan dipantau lebih lanjut diskusi ini pada thread berikut:

http://groups.yahoo.com/group/kampung-ugm/message/24730

Dan berikut adalah tulisan Ferizal di awal bulan Syawal ini.

————————————————————————————

Selamat Hari Raya Idul Fitri semuanya,

Der Bankencrash – eine Chance für Deutschland
Finanzgiganten gehen Bankrott, Börsenkurse rauschen nach unten, das
US-Rettungspaket für die Banken ist vorerst gescheitert. Trotzdem gibt
es keinen Grund zur Panik, sagt Wirtschaftsexperte Thomas Straubhaar:
Deutsche Konzerne und Banken sind stärker als viele glauben. Spiegel

http://www.spiegel.de/wirtschaft/0,1518,581198,00.html.

(Kebangkrutan Perbankan – Chance buat Jerman)
Raksasa keuangan menuju kebangkrutan. Indeks Bursa menukik ke bawah.
Paket penyelamatan Amrik untuk perbankan gagal disetujui. Bagaimanapun
tidak ada alasan untuk panik (buat Jerman), kata pakar Ekonomi Thomas
Straubhaar: Perusahaan dan Perbankan Jerman jauh lebih kuat dari pada
yang dipercayai oleh banyak orang.
Lanjut Baca »

Rasanya topik sebelum ini kurang afdol jika tidak disertakan juga tulisan Ferizal yg memicu Kibroto rajin menulis tentang Kapitalisme. Berikut adalah tulisan Ferizal yg fenomenal itu. Seperti biasa, aku hanya menayangkan awal thread-nya saja. Berbagai pendapat teman-teman yg lain mengenai topik tersebut bisa diunduh langsung dari milis kampung-UGM dengan merujuk pada thread-nya.

Hancurnya neo kapitalis Amrik! - Terima kasih Tuhan

Sumber: http://groups.yahoo.com/group/kampung-ugm/message/23939

Hampir 1 tahun yang lalu saya pernah menulis bahwa Perekonomian Amrik
itu macan penyakitan ter-infeksi HIV (baca: Moral Hazard) yang siap
mati. Saya mengutip tulisannya Emmauel Todd, Donald Kalf dan Elmar
Alvater saat meramal Ekonomi AS hancur. Kenyataan, hari ini tampaknya
ekonomi Amrik akan hancur.

Lehman Brother dan Meryll Linch, hancur! Yang konon katanya lembaga
keuangan raksasa ko’it alias dud! Alias Tot! alias modar! Citibank
koma. Morgan Stanley, semoga juga menemui ajal dan modar atau minimal
komalah! Semuanya lembaga-2 keuangan raksasa impoten terkena virus
“HIV” moral hazard. Semuanya impoten dan hancur!

Lanjut Baca »

Fenomena PGPS

Gara2 Hara-huru yg terjadi di US, terjadi pula huru-hara di Milis kampung-UGM terpicu oleh kegirangan Ferizal atas jatuhnya berbagai lembaga finansial di US. Hal ini memicu diskusi serius antara Ferizal, Kibroto dan berbagai partisipan-partisipan ndeso ndak mutu lainnya yg bisa membuka wawasan kita tentang kapitalisme, sosialisme dan sosialis gojag-gajeg.

Berikut adalah salah satu awal thread yg ditulis oleh Kibroto.

Fenomena PGPS

sumber: http://groups.yahoo.com/group/kampung-ugm/message/24169

Ada seseorang keplok2 sorak2 bergembira karena beberapa perusahaan di
USA bangkrut dan berteriak2 kapitalisme telah mati …. kapitalisme
telah mati …. kapitalisme telah mati …. Barangkali meniru Nietze
yang teriak2 : tuhan telah mati, … tuhan telah mati, …
tuhan telah mati, … Kita yang membunuhnya. Orang itu juga dengan
heroik bilang bahwa yang membunuh kapitalisme adalah dirinya, dengan
doa :-)

Ia tidak sadar bahwa ada kawan2 sebangsa dan setanah air menderita
kebangkrutan dan banyak yang kehilangan pekerjaan akibatnya. Ia tidak
menyadari bahwa dirinya adalah buruh kapitalis. Ia dengan bangganya
bercerita bahwa ia jalan2 di Eropah. Dia tidak sadar, siapa yang
membiayai kesono? Mbah Marijan?

Kemanapun ia bekerja, kemungkinan besar ia akan memburuh kepada
kapitalis. Seorang punya bengkel las, bahkan tukang tambal ban dengan
modal kompresor lusuh, sudah seorang kapitalis. Kapitalis adalah orang
yang memiliki modal yang diinvestasiken, itu definisi sederhananya.
Pensiunan2 yang hidup dari deposito adalah kapitalis karena ia
menginvestasiken modalnya dalam bentuk investasi. Ibu kost juga
kapitalis.

Lanjut Baca »

Kampung-UGM on The Blog

Buat teman-teman yg sempat hidup di jaman jadul tentu ingat nama group musik “New Kids on The Block”. Sekarang group musik ini tidak terdengar lagi gaungnya, lah iya wong dulu grup musik ini cuma digemari ABG (yg tidak terkontaminasi aliran metal) saja kok. Dan karena sekarang penyanyinya sudah tidak ABG lagi, musiknya juga sudah tinggal kenangan.

Nah sekarang ini bukan lagi saatnya si grup musik tadi, tapi sudah jamannya “Kampung-UGM on the Blog”, yaitu sebuah agregator yang mengagregasi blog-blog Alumni Kampus nDeso alias UGM di situs ini. Bagi temen-temen alumni UGM yg tertarik untuk bergabung, silahkan kunjungi blog-nya dan hubungi “bank al “.

Nih alamatnya:

http://kampung-ugm.org

PS:

Tolong informasi ini disebarkan ke seluruh alumni UGM, terutama yg nge-blog, dan siapa tahu tertarik untuk bergabung.

Danar baru saja melakukan korespondensi dengan salah satu job hunter dan meminta pendapat korespondennya tentang harapan rekruiter terhadap kualitas lulusan UGM serta strong and weakpoint alumni UGM di mata rekruiter.

Jawaban yang diterima Danar hampir sama dengan jawaban yang pernah saya dengar sepuluh tahun yang lalu yaitu bahwa:

Strong Points

  • Lulusan UGM tidak suka menjadi kutu loncat (loyal, sehingga disukai rekuriter)
  • Lulusan UGM mempunyai expected salary yg rendah (lumayan, bisa menambah revenue perusahaan)

Weak Points

  • Lulusan UGM memiliki kemampuan bahasa Inggris yang kurang cukup

Saya kurang yakin apakah issue-issue di atas masih up-to-date atau jangan-jangan si rekuriter sudah ketinggalan informasi.  Pengamatan saya sekilas, lulusan UGM sekarang juga sudah pintar-pintar bahasa Inggrisnya dan tidak cuma bisa berbahasa Jawa saja.  Tentu saja pengamatan saya ini jauh sekali dari valid karena saya juga bukan rekuriter dan tidak pernah mengadakan survey. Nah, bagaimana menurut pendapat rekan-rekan ?

Diskusi selengkapnya bisa diunduh di arsip milis kampung-ugm pada URL berikut:

http://groups.yahoo.com/group/kampung-ugm/message/9442

http://groups.yahoo.com/group/kampung-ugm/message/9444

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.